Apa Itu Berat Volume? Kenapa Ongkir Bisa Berbeda dengan Berat Asli Barang?
"Kok Ongkirnya Mahal, Padahal Barangnya Ringan?"
Pernah mengalami hal seperti ini?
Anda membawa sebuah kardus yang menurut perkiraan hanya sekitar 5 kilogram. Setelah ditimbang di tempat pengiriman, ternyata biaya yang dikenakan lebih tinggi dari yang dibayangkan.
Lalu muncul pertanyaan,
"Lho, barang saya kan ringan. Kenapa ongkirnya tetap mahal?"
Kalau pernah mengalami hal seperti itu, Anda tidak sendirian.
Banyak orang mengira biaya pengiriman selalu dihitung dari berat barang. Padahal, dalam dunia logistik ada istilah berat volume yang juga menjadi dasar perhitungan ongkir.
Yuk, kita bahas pelan-pelan.
Jadi, Apa Itu Berat Volume?
Sederhananya, berat volume adalah perhitungan berdasarkan ukuran barang, bukan berat aslinya.
Kenapa begitu?
Karena dalam proses pengiriman, ruang di dalam truk, kontainer, atau pesawat juga memiliki nilai.
Coba bayangkan dua barang berikut.
Barang pertama adalah besi seberat 20 kg.
Barang kedua adalah boneka berukuran sangat besar, tetapi beratnya hanya 5 kg.
Menurut Anda, mana yang memakan ruang lebih banyak?
Tentu boneka.
Nah, walaupun boneka lebih ringan, ruang yang digunakan jauh lebih besar. Itulah alasan mengapa perusahaan pengiriman menggunakan perhitungan berat volume.
Berat Aktual vs Berat Volume
Supaya lebih mudah dipahami, kita kenalan dulu dengan dua istilah ini.
Berat Aktual
Ini adalah berat asli barang saat ditimbang menggunakan timbangan.
Misalnya:
Satu kardus memiliki berat 10 kg.
Maka berat aktualnya adalah 10 kg.
Berat Volume
Berat volume dihitung dari ukuran barang.
Jadi yang diperhatikan bukan lagi beratnya, melainkan:
- Panjang
- Lebar
- Tinggi
Semakin besar ukuran barang, semakin besar pula berat volumenya.
Kenapa Berat Volume Digunakan?
Coba bayangkan Anda memiliki sebuah truk.
Truk tersebut bisa mengangkut maksimal 100 kardus.
Kalau seluruh kardus berukuran besar tetapi sangat ringan, truk akan penuh sebelum mencapai batas berat maksimal.
Artinya, ruang di dalam kendaraan sudah habis meskipun bebannya belum terlalu berat.
Karena itulah perusahaan pengiriman tidak hanya menghitung berat barang, tetapi juga ukuran barang.
Dengan cara ini, kapasitas kendaraan bisa dimanfaatkan dengan lebih adil.
Contoh yang Mudah Dipahami
Misalnya Anda ingin mengirim:
📦 Kardus A
Berat:
5 kg
Ukuran:
80 × 60 × 60 cm
Walaupun beratnya hanya 5 kg, ukuran kardus tersebut cukup besar sehingga berat volumenya bisa lebih tinggi daripada berat aktualnya.
Sebaliknya,
📦 Kardus B
Berat:
20 kg
Ukuran:
30 × 30 × 30 cm
Walaupun lebih berat, kardus ini justru memakan ruang lebih sedikit.
Nah...
Sekarang mulai masuk akal, kan?
Jadi, Ongkir Mengikuti Berat yang Mana?
Umumnya perusahaan pengiriman akan membandingkan:
- Berat Aktual
- Berat Volume
Kemudian menggunakan nilai yang lebih besar sebagai dasar perhitungan ongkir.
Karena itu, jangan heran jika barang yang terasa ringan ternyata memiliki ongkir lebih tinggi akibat ukurannya yang besar.
Kesimpulan
Sekarang Anda sudah tahu kenapa ongkir tidak selalu dihitung dari berat asli barang.
Dalam dunia logistik, ukuran barang juga menjadi faktor penting karena memengaruhi kapasitas kendaraan selama proses pengiriman.
Kalau suatu saat biaya pengiriman terasa lebih tinggi dari perkiraan, coba lihat kembali ukuran barang yang akan dikirim. Bisa jadi penyebabnya bukan beratnya, melainkan berat volumenya.
Masih Bingung Menghitung Berat Volume?
Tidak perlu khawatir. Sebelum mengirim barang, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim Gema Ekstra. Kami siap membantu memperkirakan perhitungan pengiriman berdasarkan ukuran dan jenis barang, sehingga Anda memiliki gambaran biaya sebelum barang dikirim.