Aktivitas Pengiriman di Sejumlah Wilayah Kalimantan Terdampak
Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kualitas udara, tetapi juga mulai memengaruhi aktivitas transportasi, khususnya penerbangan.
BMKG mencatat kondisi atmosfer yang relatif kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan serta meluasnya sebaran asap. Pada periode 7–16 September 2026, Kalimantan Tengah tercatat memiliki 3.177 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, sementara Kalimantan Barat tercatat 1.088 titik.
Dampaknya mulai terlihat pada operasional transportasi udara. Di Bandara Supadio Pontianak, misalnya, jarak pandang sempat turun hingga sekitar 300 meter pada 14 September. Kondisi tersebut menyebabkan puluhan penerbangan mengalami penundaan atau penjadwalan ulang.
Kenapa Kabut Asap Bisa Memengaruhi Estimasi Pengiriman?
Bagi masyarakat, kabut asap mungkin terlihat seperti gangguan cuaca biasa. Namun dalam kegiatan logistik, perubahan kondisi transportasi di satu titik dapat memengaruhi perjalanan barang secara keseluruhan.
Contohnya, barang yang dikirim melalui jalur udara menuju Kalimantan membutuhkan proses penerbangan sesuai jadwal. Ketika jarak pandang di bandara tidak memenuhi persyaratan operasional, penerbangan dapat ditunda, dialihkan, atau dibatalkan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga menjelaskan bahwa keterbatasan jarak pandang akibat kabut asap dapat menyebabkan penyesuaian operasional penerbangan.
Artinya, ketika jadwal penerbangan berubah, waktu transit barang juga dapat ikut berubah.
Kondisi di Kalimantan Saat Ini Masih Dinamis
Gangguan tidak selalu terjadi dengan pola yang sama setiap hari. Jarak pandang dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer, arah angin, dan tingkat kepekatan asap.
Karena kondisi dapat berubah sewaktu-waktu, estimasi yang diberikan sebelum barang berangkat tidak selalu dapat menjadi waktu tiba yang pasti.
Apa Artinya bagi Pengiriman Barang?
Bagi customer yang sedang menunggu barang menuju atau dari Kalimantan, perubahan estimasi tidak selalu berarti barang mengalami kendala di perjalanan.
Ada kemungkinan barang masih menunggu proses keberangkatan, menunggu kondisi transportasi memungkinkan, atau mengalami penyesuaian jadwal pada titik transit.
Karena itu, jika pengiriman memiliki deadline tertentu, sebaiknya jangan menggunakan estimasi sebagai satu-satunya patokan waktu. Berikan ruang waktu tambahan untuk mengantisipasi kondisi operasional yang berada di luar kendali pengirim maupun perusahaan logistik.
Pengiriman Tetap Dipantau
Dalam kondisi seperti ini, informasi mengenai status barang menjadi semakin penting.
Tim operasional perlu memantau perkembangan jadwal transportasi dan kondisi di wilayah tujuan agar informasi mengenai perjalanan barang dapat diperbarui apabila terjadi perubahan.
Bagi customer, beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:
- Cek status pengiriman secara berkala.
- Berikan waktu cadangan jika barang dibutuhkan pada tanggal tertentu.
- Pastikan nomor penerima dan alamat sudah lengkap.
- Hubungi customer service jika membutuhkan informasi terbaru mengenai estimasi.
- Untuk barang yang memiliki deadline, sampaikan kebutuhan tersebut sejak awal pengiriman.
Kesimpulan
Kabut asap akibat karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan saat ini berdampak pada aktivitas transportasi, terutama penerbangan. Penurunan jarak pandang dapat menyebabkan penundaan, penjadwalan ulang, pengalihan, hingga pembatalan penerbangan.
Bagi pengiriman barang, kondisi tersebut dapat menyebabkan estimasi waktu tiba mengalami kemunduran karena perjalanan barang sangat bergantung pada kelancaran setiap tahapan transportasi.
Karena kondisi kabut asap dapat berubah sewaktu-waktu, informasi estimasi juga dapat mengalami penyesuaian mengikuti situasi operasional terbaru.